Catat! Ini Dia Jadwal Pertandingan Ulang Timnas Indonesia vs UEA, Dendam Terbayar Lunas?

Asian Games 2018 menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi timnas Indonesia cabang sepakbola. Bagaimana tidak, tampil apik sepanjang babak grup, Stefano Lilipaly dkk harus takluk di tangan Uni Emirat Arab melalui tendangan adu penalti.

Dalam pertandingan tersebut, wasit ditenggarai tidak fair karena beberapa keputusan kontroversial.


Dilansir dari bola.com (28/08/2018), Indonesia tidak perlu lagi merasa marah. Sebab, pada tanggal 24 Oktober 2018 mendatang, Timnas Sepakbola Indonesia akan melakukan pertandingan lagi melawan Uni Emirat Arab.


Namun kali ini, Timnas U-19 yang akan berlaga di ajang bergensi Piala Asia U-19. Walaupun begitu, aroma dendam dan keinginan untuk menaklukan UEA masih tetap membumbung tinggi di angkasa. Lantas, apakah skuat asuhan Indra Sjafri mampu membayar tuntas hal tersebut?

UEA bukanlah satu-satunya lawan Egy Maulana Vikri dkk di Piala Asia. Sebab, mereka juga akan bertemu beberapa lawan kuat lainnya, seperti Qatar dan Chinese Taipei. Well, apakah menurut kalian Garuda Nusantara bisa memenangkan laga tersebut?

sumber

Jadi Tuan Rumah Tidak Mampu, Kini Negara Asean Ini Terlalu Banyak Mengkritik Asian Games?

Asian Games 2018 memang baru akan dibuka pada 18 Agustus 2018. Akan tetapi cabang sepakbola pria telah dimulai sejak 10 Agustus 2018. Dan pihak timnas Vietnam terlihat menjadi tim yang paling banyak mengeluh akan kondisi mereka di Asian Games 2018.


Kubu timnas Vietnam menilai Indonesia masih kekurangan disana-sini dalam menyelengarakan Asian. Mereka beranggapan Indonesia belum siap menjadi tuan rumah Asian Games 2018 seperti yang dilansir dari bolalob.com (14/08/2018).

Mereka mengeluhkan undian, jadwal dan tempat latihan. Padahal pihak panitia telah menyiapkan segala sesuatunya untuk mereka. Akan tetapi pihak Vietnam masih saja membuat Indonesia seolah-olah buruk sebagian tuan rumah Asian Games 2018.


Sebelumnya pihak timnas Vietnam enggan melakukan perjalanan jauh ke tempat latihan sehingga memilih latihan di sekitar hotel. Mereka juga kembali melakukan latihan dipinggir jalan karena tidak sabar menunggu giliran.

Semua kegiatan negatif mereka ini mereka sebarkan ke media sosial untuk menggambarkan kondisi mereka seolah buruk. Padahal mereka sendiri yang terlalu egois dan tidak mau ikuti aturan yang ada.

Sepertinya memang tingkah cengeng Vietnam ini cukup menyebalkan. Mereka saja tidak sanggup jadi tuan rumah akan tetapi sok mengomentari Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games saat ini.

Sebagai catatan tambahan, Indonesia menggantikan posisi Vietnam sebagai tuan rumah Asian Games 2018 karena Vietnam mengundurkan diri karena mereka tidak mampu menjadi tuan rumah. Akan tetapi kini mereka menuntut Indonesia menyediakan seperti apa yang mereka mau.

Tempat latihan dekat, berkualitas, tidak macet dan bisa digunakan sesuai waktu jadwal mereka. Andaikan pihak Vietnam mau berkoordinasi dengan panitia dan taat aturan, semuanya kan bisa berjalan lancar walaupun memang kita tuan rumah masih ada kekurangan disana-sini.

Timnas Vietnam U23 sendiri tergabung di grup D bersama Jepang, Nepal dan Pakistan. Mereka akan bertanding di Stadion Wibawa Mukti pada fase grup ini. Entah akan sampai mana pencapaian timnas Vietnam U23 dengan keluh kesahnya di Asian Games 2018 ini.


Sumber

Setelah Andik Vermansah, Rekan Evan Dimas Kini Jadi Korban Kebrutalan Pemain Liga Malaysia

BOLASPORT.COM - Liga Malaysia sukes menyedot perhatian setelah sebuah insiden tidak menyenangkan yang dialami pesepak bola Indonesia, Andik Vermansyah.



Dalam laga Kedah FA kontra Kelantan FA,Jumat (8/6/2018), Andik terlibat perebutan bola dengan pemain Kelantan yang berakhir cek cok.

Saat cek cok terjadi, Andik tampak disikut pemain Kelantan FA hingga membuat mulutnya berdarah.

Usai insiden kekerasan tersebut, kini hal serupa kembali terjadi lagi.

Kali ini yang menjadi korban adalah rekan setim Evan Dimas, Rufino Segovia dalam laga Selangor FA kontra PKNS FC, Minggu (10/6/2018).

Penyerang Selangor FA itu ditendang keras oleh kiper PKNS FC saat berebut bola didepan gawang.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, kaki kiper PKNS FC terlihat menendang wajah Rufino saat berusaha mengambil bola.


Insiden yang dialami Rufinho ini menambah deretan pemain yang cedera dan terluka karena kerasnya permainan di Liga Malaysia.

Meski salah satu pemainnya terluka, Selangor FA berhasil menuai satu poin setelah menahan imbang PKNS FC dengan skor 2-2.

sumber

Resmi! Real Madrid Perkenalkan Striker Baru Berbanderol 36 Juta Euro, Pengganti Ronaldo?

BOLASPORT.COM - Real Madrid dikabarkan telah mencapai kata sepakat untuk membawa pulang mantan strikernya yang kini merumput bersama Olympique Lyon, Mariano Diaz.


Demi pemain berusia 24 tahun ini, Real Madrid rela merogoh kocek sebanyak 36 juta euro, dua hari jelang ditutupnya bursa transfer Eropa.

Harga ini tampak fantastis, mengingat dulu Real Madrid menjual Mariano Diaz menuju Olympiqe Lyon dengan harga murah.


Pindah di akhir musim 2016-2017, Mariano Diaz hanya dijual dengan mahar sebesar delapan juta euro.

Dilansir BolaSport.com dari laman Four Four Two, pembelian Diaz yang dilakukan Madrid terjadi karena ada klausul tertutup dalam kesepakatan pembelian sebelumnya.

Real Madrid kabarnya masih memiliki klausul pembelian kembali untuk Mariano Diaz.

Kebutuhan seorang striker memang dikabarkan menjadi target utama yang dipatok oleh Real Madrid di bursa transfer.

Beberapa pemain seperti Robert Lewandowski atau Harry Kane juga sempat diakitkan akan pindah ke klub ibukota Spanyol ini.

Pemilihan Mariano Diaz sebagai pelapis Karim Benzema juga tidak tanpa alasan.

Setelah promosi pada tahun 2016-2017 ke skuat utama Real Madrid, Mariano Diaz kerap kali mengisi bangku cadangan bahkan tak dibawa ke lapangan.

Pemain yang mencetak lima gol di semua ajang bersama Real Madrid ini berhasil berevolusi sebagai striker tajam di Lyon.

Mariano Diaz berhasil mencetak 21 gol untuk Lyon di semua ajang pada musim 2017-2018.

sumber

Ada-ada Saja! Kalah dari Korea Selatan, Ini Komentar Mengejutkan Pelatih Vietnam yang Bikin Netizen Tertawa

Pelatih tim U-23 Vietnam Park Hang Seo menyebut para pemainnya gugup ketika kalah 1-3 dari Korea Selatan di semifinal Asian Games 2018, Rabu, terutama di babak pertama.


"Itulah mengapa saat jeda saya katakan kepada pemain agar tampil lebih percaya diri," ujar Park usai laga timnya kontra tim U-23 Korsel yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Rabu.

Pelatih asal Korea Selatan itu melanjutkan, rasa gugup para pemainnya berujung pada gol cepat gelandang Korsel Lee Seungwoo yang terjadi saat laga baru berjalan tujuh menit.


Vietnam bahkan semakin tertinggal usai Hwang Ui Jo kembali membobol gawang Vietnam di menit ke-28 yang membuat paruh pertama Vietnam tertinggal 0-2.

Di babak kedua, Vietnam bermain lebih baik dan menorehkan satu gol meski pada akhirnya harus takluk 1-3.

"Saya rasa kami terlalu banyak kebobolan. Saya berharap pemain bisa memetik pelajaran dari pertandingan menghadapi tim kuat seperti Korea Selatan," tutur Park.

Sementara pencetak satu-satunya gol untuk Vietnam ke gawang Korea Selatan Tranh Minh Vuong mengaku laga melawan Korea Selatan berjalan sulit bagi dirinya dan rekan.

Hal itu, kata dia, tak lepas dari kualitas para pemain Korea Selatan yang lebih baik dibandingkan skuatnya.

"Mereka punya pemain berlevel dunia seperti Son Heung Min," ujar Minh Vuong.

Tim sepak bola putra U-23 Korea Selatan berhasil melaju ke final Asian Games 2018 usai menaklukkan Vietnam dengan skor 3-1 pada babak semifinal yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Rabu.

Ketiga gol Korsel dicetak oleh gelandang Lee Seungwoo di menit ketujuh dan ke-55, serta penyerang Hwang Ui Jo di menit ke-28. Sementara gol Vietnam diciptakan oleh gelandang Tran Minh Vuong (70').

Nantinya di final Asian Games 2018 yang digelar pada Sabtu (1/9), Korsel akan menghadapi pemenang dari laga lainnya di semifinal yaitu Jepang atau Uni Emirat Arab.

sumber

Mengejutkan! Begini Jawaban Luis Milla Terkait Perpanjangan Kontrak Sebagai Pelatih Timnas

PSSI akhirnya memilih untuk memperpanjang kontrak pelatih asal Spanyol, Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk mengantarkan Indonesia meraih Prestasi di Piala AFF 2018 dan Sea Games.


Para pendukung Timnas Indonesia menyakini Luis Milla sebagai pelatih yang tepat untuk timnas Indonesia untuk bisa meraih prestasi.

Dilansir dari bola.com, selasa (28/8/2018) "Berdasar rapat dengan Komite Eksekutif, PSSI tetap memberi kepercayaan kepada coach Luis Milla, khususnya pada Piala AFF November mendatang," kata Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Walaupun Luis Milla tak bisa mencapai target yang dicanangkan oleh PSSI untuk bisa menjadi semifinal Asian Games 2018 setelah harus tersingkir dibabak 16 besar setelah dikalahkan UEA.

Namun, peningkatan performa bagus Timnas Indonesia dibawah Luis Milla menjadi alasan PSSI memilih untuk memperpanjang kontrak mantan pelatih timnas U-21 Spanyol tersebut.

Namun, PSSI harus menunggu persetujuan Luis Milla apakah masih bersedia membesut Timnas Indonesia atau tak memperpanjang masa kontraknya tersebut. Diketahui kontrak Luis Milla akan habis setelah gelaran Asian Games.

Dilansir dari bola.com, Selasa (28/8/2018) "Saya Ingin bersama keluarga terlebih dahulu setelah lama tak bertemu. Terkait masa depan saya bersama timnas, biarkan PSSI yang menentukan. Saya akan senang jika masih bisa membesut timnas Indonesia," ujar Luis Milla.

Dari komentar yang dilontarkan Luis Milla bisa dipastikan Luis Milla masih akan menjadi pelatih Timnas Indonesia. Semoga bersama Luis Milla Indonesia bisa meraih prestasi di ajang Piala AFF 2018.

Menurut kalian, apakah Luis Milla masih pantas melatih Timnas Indonesia? Berikan pendapat kalian.

sumber

Indonesia Ungkit Kecurangan Wasit Shaun Evans di Asian Games, Malaysia Dihukum Berat?

Berita mengenai aksi kontroversial yang dilakukan oleh salah satu atlet Malaysia sempat viral belakangan ini. Atlet tersebut bernama Jamari Mohd Al-Jufferi, yang tergabung dalam pencak silat Malaysia.


Menurut laporan bola.com Al Jufferi tidak terima dengan kekalahannya dari Indonesia bersama Komang Harik Adi Putra di partai pencak silat nomor tarung putra kelas E 65 kg-70 kg Asian Games (27/08/18).


Al Jufferi dinyatakan kalah dari Adi Putra setelah juri mengatakan kalau dia telah salah teknik di pertandingan kali ini yang memaksa dia untuk mundur. Padahal dia merasa tidak puas dengan keputusan tersebut dan memilih marah dengan meninju dinding ruang ganti atlet yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini.


Terkait hal kontroversi yang dilakukan oleh Al Jufferi ini, Imam Nahrawi selaku Menpora Indonesia mengaku tidak dihargai. Bahkan dia menyarankan jika perbuatan tidak mendidik tersebut diserahkan ke jalur hukum.

Kemudian dia juga membandingkan etika atlet Malaysia dengan atlet Indonesia saat mengalami kekalahan karena merasa dicurangi oleh wasit ini. Hal tersebut terjadi saat tim sepakbola Indonesia bertemu dengan Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu di babak 16 besar.

Indonesia kalah kala itu dan merasa kalau wasit Shaun Evans (Australia) kala itu telah berbuat kurang adil. Namun, Indonesia tidak pernah bertindak memalukan seperti yang dilakukan oleh atlet Malaysia ini.

"Silakan proses secara hukum. Itu adalah tindakan tidak benar. Namanya pertandingan, ada menang ada kalah. Ketika timnas sepak bola kita diperlakukan tidak adil oleh wasit itu, kita tidak melakukan perusakan tetap kita bertindak sportif," kata Imam ketika ditemui awak media, di Venue Panahan, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Lantas, apa komentar bijak kamu?

sumber